This is Where I Leave You: bapak yang tidak berpesan

Semalam nggak sengaja nyangkut di salah satu channel tv yang memutar film ini. Mumpung lagi dalam tema “mengenang bapak”, saya pikir film ini penting untuk dibahas juga. Shawn Levy si sutradara punya filmografi yang banyak bahas seputar hubungan anak dan bapak seperti Real Steel dan Night at the Museum. Film ini juga diangkat dari sebuah buku karya Jonathan Tropper, yang bantu bikin naskahnya.

 

maxresdefault

Setelah Mort, si bapak, meninggal, istrinya (diperankan Jane Fonda) minta keempat anaknya (Jason Bateman, Tina Fey, Adam Driver, dan Corey Stoll) kumpul di rumah di kampung halaman mereka buat ‘tahlilan’ selama 7 hari mengenang bapaknya. Doi bilang itu wasiat dari sang ayah. Dengan berat hati, keempat anak dengan masalah dan ketidakbahagiaannya masing-masing harus reuni di rumah tempat mereka tumbuh besar, ketemu mantan yang cacat otak, mantan yang kawin sama kakak sendiri, cinta yang gak kesampean, sambil menyembunyikan masalahnya masing-masing.

Sebagai sebuah film keluarga, film ini berhasil menghadirkan situasi dan karakter yang terasa nyata. Tiap karakter cukup menarik, dapat porsi cukup untuk didalemin. Semua karakter charming, punya kurang dan lebih. Di sini juga ada tokoh yang mengejar kesempurnaan karena berkaca dari bapaknya. Tapi pada akhirnya karir dan pernikahannya gagal. Kita bisa bersimpati sama kesedihannya dan melihat gimana dia berusaha membereskan dirinya sendiri dari pecahan-pecahan yang tersisa. Ada juga kakak cowok tertua yang selalu ribut sama adik cowok termuda karena mereka emang bertolak belakang, yang pertama penerus bisnis keluarga, yang muda sibuk pacaran sama psikolognya yang jauh lebih tua, nggak bisa pegang duit, dan nggak bisa dipegang komitmennya.

Karakter perempuan juga bukan sekedar perhiasan. Wendy (Tina Fey) punya rasa bersalah yang besar karena ninggalin mantan pacarnya abis dia kecelakaan yang ngerusak otaknya, sehingga si mantannya ini masih harus tinggal di kota itu bareng ibunya. Dia juga nggak pernah bisa ngelupain cintanya sama si Horry ini. Sementara anaknya Wendy dua, satu lagi belajar boker, satu masih bayi, dan suaminya gak pernah hadir karena sibuk kerja. Ada banyak adegan manis antara dia dan sodara-sodaranya yang lain. Salah satunya saat Philip (adek bontot, Adam Driver) bilang bahwa suara di kepalanya itu bukan suara ayah dan ibu mereka, tapi suara si Wendy karena dia yang membesarkan si Philip. Hillary (si ibu, Jane Fonda) adalah pensiunan hippie yang terlalu terbuka tiap ngomongin topik seks. Kita nggak kaget saat direveal bahwa si ibu memutuskan untuk jadi lesbian dengan tetangganya sendiri. Dan ternyata ide ngumpulin anak-anak nggak datang dari mendiang bapak, tapi dari ibunya. (Itu namanya ngasih bobot buat karakter!)

Sebagai film yang dilabeli drama-komedi, film ini berhasil menyelipkan komedi tanpa kehilangan mood dramanya. Karakter tiap orang adalah bagian dari komedinya. Kalaupun ada yang slapstick, adegan-adegan itu muncul di saat-saat yang tak terduga, seperti saat Hillary mencoba melepas sendiri alat bantu nafas suaminya, atau saat Judd (Jason Bateman) mergokin istrinya selingkuh. Humornya pait, humornya janggal, tapi di situlah lucunya.

Nggak ada dakwah bapak ala Mario Teguh di sini. Si bapak hampir gak punya suara, tapi anak-anak dan istrinya ngasih suara buat mendiang bapak lewat kenangan-kenangan dan pengalaman hidup mereka masing-masing. “This is where I leave you,” adalah pesan tak terucap yang punya makna masing-masing di tiap karakternya: divorced, unhappily married, childless, broke, but grateful.

 

*Gambar diambil dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s