Reminiscence

jus-timun
oleh Edo Wallad

 

Apa yang saya rasakan setiap bulan ramadhan tiba adalah, kenangan masa kanak-kanak. Bertarawih bersama teman-teman sekampung, sholat subuh, bermain menjelang maghrib, dan lain-lain. Semuanya terasa menyenangkan. Bahkan saat-saat seperti ketika berkumpul dengan keluarga yang serasa menyebalkan, jadi menyenangkan. Melingkari meja makan dengan menu-menu yang selalu ada –sebagai orang Aceh yang wajib ada di meja saya adalah es timun serut-. Maka karena sekumpulan teori itulah saya mengabadikan momen ramadhan sebagai bulan untuk mengingat.

Mungkin bukan masalah masa kecil saja, di banyak lain hal pun dalam hati kita sendiri secara tidak sadar kita memiliki momen tertentu untuk melakukan ritual mengingat sesuatu. Seperti contohnya saat fireworks meluncur di langit tahun baru, anda dalam hati akan mengingat seseorang yang pernah menghabiskan malam tahun baru bersama anda. Bahkan ketika anda bersama orang lain anda mencoba menghadirkan orang itu dalam benak anda.

Tenang, saya tidak akan menyalahkan anda. Siapa yang bisa menahan pikiran liar sendiri. Pikiran anda adalah hak anda sepenuhnya, mungkin yang perlu diingat adalah anda harus tetap berpijak pada masa sekarang. Ada orang yang sekarang bersama anda, ada tanggung jawab yang harus anda jaga sekarang dan lain-lain.

Punya masa lalu memang adalah sesuatu, dan ingat, sebenarnya masa lalu anda adalah masa depan anda*.

*diambil dari lagu “My Future is My Past”-Gods Must Be Crazy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s